Latest Updates

Hukum suap, hadiah dan bonus



Permasalahan  harta se akan-akan sebuah permasalahan yang tidak berkesudahnyan sebagai seorang
Muslim yang menghadirkan akhirat ke dalam kehidupanya tentu tidak menganggap permasalahan ini sepele atau terlampau menyempitkan ruang geraknya dalam mencari rizki sebab bagaimanapun juga  kita tetap butuh harta sebagai bekal dan tetap waspada terhadap fitnahnya bagaimana tidak pada saat ini kita menyaksikan banyak orang tidak peduli lagi dalam mencari rizki apakah dari yang halal atau dari yang haram hingga muncul penilaian bahwa semua kebahagiaan hidup keberhasilan atapun kesuksesan ditentukan dan diukur dengan harta
Pada dasar nya syariat selalu mendorong naluri manusia untuk berusaha hal itu tidak saling bertentangan dan tidak boleh depertentangkan imam mawardi rahimahullah mengelompokan bidang usaha manusia kepada tiga bidang pokok pertanian , perdagangan dan industri [1] dewasa ini sebagaian ulama memasukan bidan kepegawaian menjadi salah satu bidang usaha yang sangat berharga bagi kebanyakan manusia disamping  tiga pokok usaha yang telah di sebutkan imam mawardi ramimahullah tersebut
Mencari rizki dengan menjadi pegawai negeri maupun swasta adalah suatu yang halal akan tetapi fenomena  yang kita saat ini tidak jarang seseorang  pegawai mengahadapi hal-hal yang haram atau makruh dalam pekerjaan nya tersebut di antaranya disebabkan munculnya suap sogok menyogok atau pemberina uang diluar gaji yang tidak halal mereka terima bagaimana tinjauan syariat dalam masalah ini?
Definisi Suap Hadiah Dan Bonus
Banyak sebutan untuk pemberian suatu kepada petugas atau pegawai di luar gajinya seperti suap ,hadiah, bonus,  fee dan sebagainya  sebagian ulama menyebutkan empat pemasukan seseorang pegawai yaitu gaji,uang suap,hadiah,bonus
Suap di sebut juga dengan sogok atau memberi uang pelicin adapun dalam bahasa syariat disebut dengan  risywah secara istilah disebut “memberi uang dan sebagainya kepada petugas “pegawai” dengan harapan mendapatkan kemudahan dalam suatu urusan
Hadiah diambil dari kata bahsa arab dan definisinya pemberian seseorang yang sah memberi pada masa hidupnya secara kontan tanpa ada syarat dan balasan
Bonus ia memiliki definisi yang mendekati makna hadiah yaitu upah diluar gaji resmi (sebagai tambahan)
Dalil tentang suap dan hadiah
Suap hukumnya sangat jelas di haramkan oleh AL-Qur’an dan sunnah serta ijma baik bagi yang memberi maupun menerima
Di dalam AL-Qur’an ALLAH Subhanahu wa ta’ala berfirman :
Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian lain diantara kamu dengan jalan yang batil dan janganlah kamu membawa urusan harta itu kepada hakim supaya kamu dapat memakan sebagian dari pada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa,padahal kamu mengetahui [AL-Baqarah:188]
Dalam , menafsirkan ayat di atas al haitsami ramimahullah berkata : “janganlah kalian ulurkan kepada hakim pemberian kalian yaitu dengan cara mengambil muka dan menyuap mereka, dengan harapan mereka akan memberikan hak orang lain kepada kalian, sedangkan kalian mengetahui hal itu tidak halal bagi kalian “
Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutusakan hubungan kekeluargaaan mereka itulah orang –orang yang dilaknati ALLAH dan ditulikanya telinga mereka dan di butakanya penglihatan mereka [Muhammad:22:23]
Abul’Aliyah rahimahullah berkata , “Membuat kerusakan di permukaan bumi dengan suap dan sogok “dalam mensifati orang-orang yahudi , ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :
“mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong , banyak memakan yang haram [Al-Maidah:42]
Dari ibnu Umar Radhiyallahu anhu , ia berkata : “Rasulullahu alaihi wa salllam melaknat yang memberi suap dan yang menerima suap “ [HR At-Tirmidzi dan ibnu Majah]
Hadist ini menunjukan bahwa suap termasuk dosa besar, karena ancamanya adalah laknat yaitu terjauhkan dari rahmat ALLAH
Al Haitsani rahimahullah memasukan suap kepada dosa besar yang ke -32
Adapun hadiah ia merukapan pemberian yang dianjurakan oleh syariat sekalipun pemberian itu menurut pandangan yang memberi sesuatu yang remeh
Disebutkan dalam hadist dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam beliau bersabda “ wahai,wanita muslimah janganlah kalian menganggap remeh pemberian seseorang tetangga kepada tentangganya , sekalipun ujung kaki kambing “ [HR Bukhari]
Juga dari Abu Hurairah Radiyallahu anhu, dan Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda “ saling memberi hadiahlah kalian, nisacaya kaliang saling mecinta”[HR Bukhari]
Tentang anjuran saling memberi hadiah di kalangan ulama sudah menjadi ijma ‘ karena ia memberikan pengaruh positif di masyarakat baik yang memberi maupun yang menerima
Perberdaan antara suap dengan hadiah
Seorang musling yang mengetahui perberdaan ini, maka ia akan dapat membedakan jalan yang hendak ia tempuh , halal ataukah haram perbedaan antara suap dengan hadiah diantaranya:
Suap adalah pemberian yang di haramkan syariat dan ia termasuk pemasukan yang haram dan kotor 
Sedangkan hadiah merupakan pemberian yang dianjurkan syariat dan ia termasuk pemasukan yang halal bagi orang muslim
Suap pemberianya menggunakan persyaratan tidak sesuai syariat sedangkan hadiah pemberian tanpa syarat
Suap diberikan untuk mencari muka dan mempermudah dalam hal yang batil
Sedangkan hadiah ia diberikah dengan maskud untuk silaturahmi dan kasih sayang seperti kepada kerabat, tetangga atau teman, atau pemberian untuk membalas budi
Suap pemberianya di lakukan secara sembunyi , dibangun bedasarkan saling tuntut-menuntut
Dan biasanya diberikan dengan berat hati
Sedangkan hadiah pemberian nya  terang terangan atasa dasar sifat kedermawanan
Suap bisanya diberikan sebelum pekerjaan sedangkan hadiah setelahnya
Solusi suap dan hadiah yang haram
Permasalahan suap dan pemberian hadiah di masyarakat ini dikenal di tengah masyarakat seiring dan berkelindan dengan KKN (korupsi, kolusi, Nepotisme)
Perbuatan ini merupakan  penyakit yang sudah sangat akut penyebab utamanya adalah kebodohan terhadap syariat islam yang hanif ini sehingga banyak perintah yang di tinggal kan dan ironisnya banyak larangan yang di kerjakan
Rizki yang di dapatkan tidak halal ia tidak akan mendatangkan kebahagiaan ketika suatu kemaksiatan dilakukan itu berarti menanam dan menebar kemaksiatan lainya dia akan menggeser peran hukum  sehingga peraturan syariat tidak lagi mudah di praktekan padahal untuk mendapatkan kebahagiaan isalam haruslah dijalankan sacara kafah (menyeluruh)
Solusi untuk individu dan masyarakat
Setiap individu muslim hendak lah meningkatkan ketakwaan nya kepada ALLAH  SWT
Takwa merupakan wasiat ALLAH SWT untuk umat terdahulu dan yang kemudian dengan takwa ia mengetahui perintahNya lalu melaksanakanya dan mengetahu larangaNya lalu menjauhinya
Berusaha menanamkan pada setiap diri sifat amanah dan menghadirkan kedalam hati besarnya dosa yang akan di tanggung oleh orang yang tidak menunaikan amanah dalam hal ini peranan agama  memiliki pengaruh sangat besar , yaitu dengan penanaman ahlak yang mulia setiap individu selalu belajar memahami rizki dengan benar  bahwa membahagiakan diri dengan harta bukanlah dengan cara yang di haramkan oleh ALLAH SWT akan tetapi dengan mencari rizki yang halal dan hidup dengan qana’ah sehingga ALLAH SWT akan memberi berkah pada hartanya dan ia dapat kebahagiaan dengan harta tersebut  menghadirkan kedalam hati bahwa di balik penghidupan ini ada kehidupan yang kekal dan setiap orang akan diminta pertanggung jawabanya di hadapan ALLAH SWT tentang hartanya dari mana engkau mendapatkanya dan lain sebagainya..
Solusi untuk Ulil Amri (Pemerintah)
Jika ingin membersihkan penyakit masyarakat ini hendaklah memulai dari mereka sendiri pepatah arab mengatakan rakyat mengikuti agama rajanya jika rajanya baik maka masyarakat akan mengikutinya dan sebaliknya
Jika mengangkat seorang penjabat atau pegawai hendaklah mengacu pada dua syarat yaitu:
“Keahlian dan amanah” jika kurang dari satu dari syarat berikut tak mustahil terjadi kerusakan kemudian memberi  hukuman sesuai dengan syariat bagi yang melanggarnya
Semua pejabat pemerintah seharusnya mencari penasihat dan bithanah (orang dekat ) yang shalilh yang menganjurkanya untuk berbuat baik, dan mencegahnya dari berbuat buruk seiring dengan itu
Ia juga menjauhi bithanah yang thalih

3 Responses to "Hukum suap, hadiah dan bonus"

  1. Informasi yang sangat bagus dan berguna. Ditunggu untuk informasi berikutnya. Thanks gan


    bandarq
    domino99 online terpercaya
    dominoqq
    domino qiu qiu

    ReplyDelete
  2. Informasi yang sangat bagus dan berguna. Ditunggu untuk informasi berikutnya. Thanks gan


    bandarq
    Domino 99
    Situs Poker Online
    Domino Qiu Qiu
    Poker88 Indonesia

    ReplyDelete

Followers